Tugas Akhir atau lebih kerennya skripsi memang seringkali menjadi sebuah pertanyaan dan memacu timbulnya rasa penasaran. Kata orang yang sudah lulus kuliah sih, "Ngerjain Skripsi atau penelitian itu indah untuk dikenang tapi tak mau untuk diulang". Banyak perjuangan dan pengorbanan menjadi pemanis kisah pengerjaan tugas penutup masa kuliah ini ibarat kata sih "Last Boss-nya" hahaha. hal ini juga terjadi padaku yang manusia biasa ini.
Tulisan ini sebenarnya terpikirkan karena sebuah celetukan di grup whastapp sebuah kelompok mahasiswa daerah atau kalo di IPB lebih seringnya disebut Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Rembang *Yah gue dari Rembang coyy yang nyasar di Bogor 😎*. Dalam grup itu hayati ini yang termasuk golongan akhir dalam selesainya skripsi yaa karena milih jalan yang beda juga sih *setiap orang bebas milih lah yaa termasuk jodoh hahaha*. Dimulai dari pernyataan seorang teman "Mi, kok sepertinya jalanmu menyelesaikan skripsi banyak halangan ya, apa perlu dibuatkan bubur sebagai tanda syukuran biar lancar?" Aku hanya tertawa kecil saja *mentang-mentang dia mau tunangan, sekalian juga nawarin aku dibuatkan bubur syukuran 😣* seketika saja aku flashback mengenang perjuangan dulu sembari nunggu pesanan capcay yang belom datang di malam hari pukul 21.00 WIB, percayalah makan di malam hari itu termasuk kenikmatan nak hahaha. Tulisan ini juga semoga menjadi sebuah pembelajaran bagi penulis dan pembacanya agar menambah hikmah dalam kehidupan.
Sebenarnya sejak tahun 2015 aku sudah menyiapkan rencana untuk lulus telat *hal ini aku pilih karena ada janji dan tujuan yang harus aku tunaikan di Organisasi setingkat KM IPB, kalo kalian dari IPB pasti tau lah yaaa haha*, sudah ku diskusikan juga dengan orang tua, bahkan dalam memilih dosen pembimbing skripsi. Ijin sudah kudapatkan kini tinggal rencana pemilihan dosen pembimbing skripsi. Waktu itu ada dua pilihan, pertama lulus telat sekalian karena dosennya sedang menjabat menjadi rektor, yang kedua setelah selesai amanah organisasi langsung bisa lulus cepat. Pemilihan dospem dilakukan dengan musyawarah angkatan, siapa duluan dan siapa beruntung akan mendapatkan dospem tujuannya. Awalnya sudah aku pilih ke pilihan pertama karena yang dospem pilihan keduaku banyak yang milih ada 9 orang dan bakalan 4 orang saja yang terpilih, sementara pilihan pertama? baru satu orang pun hehe. Sudahlah daripada ku berpikir lagi ku pilihlah yang sudah pasti *aku trauma digantung, ini hati bukan pakaian loundry 😎* Lhoh mik kenapa ceritanya skripsi sampe ke pemilihan dospem? seg ya cerita ini bakalan berpengaruh pada skripsi, wacanen seg iki ya cah ayu lan ganteng.
Qodarullah wama sya'a fa'ala, tetiba hati ini bergeming, yang awalnya mantap pilihan pertama, terbesit untuk mencoba pilihan kedua padahal sudah jelas berapa saingannya. Tapi rencana Allah Kun Fayakun, meskipun saingannya 9 orang dan aku diurutan 8 tapi aku berhasil masuk jadi 4 orang yang terpilih jadi dospemku. Dan inilah awal dari perjalanan tugas akhirku.
Tahun 2016, menjadi tahun yang paling sibuk, mengemban amanah besar dipundak beserta menjadi panitia pemilihan presma dan wapresma, ditambah harus seminar dan menyiapkan PL. Suatu tahun yang melelahkan tapi menyenangkan hahaha. Alhamdulillah dospemku ini baik sekali dan nggak terlalu ribet, ketika yang lainnya ribet dengan proposal yang nggak tembus-tembus, aku? dospemku mah iya iya aja hehe. Lancarlah itu. Begitu juga waktu mau seminar, prosesnya cepat padahal mah posisi lagi kurang waktu untuk tidur, ya kerjaanku nongkrong mulu di sekret tiap malem haha.
Tahun 2017, tahun bagi angkatan 2013 untuk segera pergi dari kampus. aku? masih ngurusin organisasi haha. Masih ingin bermanfaat sih bagi orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar