Kisah ini terjadi pada tahun 2015 bulan?
(ngg...lupa 😄), pada saat itu saya masih kuliah di salah satu Universitas
swasta “Y” di Jawa Tengah dan saya tinggal di rumah nenek. Percakapan ini bermula
ketika saya dan saudara sepupu saya sebut saja "Mawar" sedang duduk
disuatu tempat sebut saja "K" (Kursi). Kita duduk bersebelahan dengan
seorang ibu (X) berkaca mata (lupa tanya namanya) *sombong sekali sudah
berbincang-bincang tapi tidak tanya namanya* 😁. Yah namanya manusia itu
makhluk sosial ya, ada orang disebelah masak dianggurin, sama-sama perempuannya
pula...Oke, mulai saja percakapannya, silahkan Anda menilai saya hanya
membeberkan fakta ceritanya. 😉
X : “Mbak, dari mana
asalnya bukan orang sini ya?”
S : “Saya asalnya
Rmbgbngkt buk, saya sedang kuliah disini”
X : “Iya, saya tau kalau mbak bukan
orang sini. Mbak kos dimana?” *apa yang membuat beliau bisa menebak saya bukan
orang situ? Dari wajah saya? Atau tingkah laku saya yang tidak seperti putri
s*l*? Entah lah...*
S : “Saya ngga kos
buk, saya ikut nenek di Krnganyrtntrm.”
X : “Hla mbak yang
satunya?”
M : “Saya sudah kerja
buk, saya saudaranya”
X : “Pantes mirip ya”
S,M : (senyum palsu)
X : “Mbak kamu kalo
tidur ga dikamar ya?” (sambil nyeblek tangan saya)
S : “Hah? Ya kadang
saya ketiduran didepan TV buk” (masih berusaha positive thinking)
X : “Saya melihat dikamar mbak itu
ada makhluk halus yang berusaha membuat mbak ga betah tidur di kamar, soalnya
dia tidak suka, mbak kan kalo ngaji gitu di kamar to?”
S : (senyum palsu) *gimana ceritanya,
beliau saja tidak tau rumah mbah saya, apa lagi kamar saya..beehhh* (masih
berusaha positive thinking)
Iya sih, saya kalo tidur emang sembarangan kan saya orangnya pelor
(nempel molor) jadi bisa tidor dmna sajo, bukan karena diusir sama makhluk
halus. Kamar milik siapa yang ngusir siapa...hadeeh.
M : “Woo....ditidurmu selama ini bersama
hantu”
X : “Kalo mbaknya yang ini sepertinya
hatinya sudah mantep sama seseorang, sebentar lagi mau nikah ya?”
M : “AAMIIN Ya Allah”
Sama si M di Aamiinin aja, kan sama aja do’a yaa...padahal saat
itu dia masih jombs, lah dia mantep sama siapa dong??? 😂, dan sekarang si M
sudah menikah (2016) dengan seseorang yang baru dikenalnya (mksdtnya tidak
berpacaran gitu, kenalan lgsung tancap gas nikah *ga pikir panjang mau harga sewa
gedung mahal kek, rias manten mahal kek, catring mahal kek, yang penting sah ya 😅*) dan sudah punya anak satu...Alhamdulillah ya.. ga tau yaa ibuknya yang
emang tau atau saya yang ga tau..Tapi saya percaya Allah sudah mengatur si M nikah dengan siapa, kapan, dimana. Termasuk pertemuan dengan ibuk ini...Wallahu alam bish shawab. Lanjut...
X : “Nah mbaknya yang
ini pacarnya orang luar negri ya? Atau keturunan dari orang luar?”
S : (pengen ngakak tapi malu akhirnya
hanya senyum dalam hati bilang “lokalan saja ya Allah”) *yak apa se buk, kenal
sama orang luar aja nggak 😂*
X : “Hati-hati lo mbak sama yang
sering nyubitin.”
S : “Iya buk, saya akan hati-hati,
kan dicubit itu sakit.” *saya tidak akan membiarkan tubuh ini disakitin..hmmm*
M : (narik tangan saya) “Mari buk, kita
mau lanjut jalan-jalan lagi”
S : “Mari buk”
X : “Iya mbak hati-hati ya”
M : (bisikin saya) “Kalau diladenin
bisa dibuat novel, ngarang ceritanya banyak.”
HAHAHA....
Apakah kalian percaya bahwa orang yang seperti itu berbicara fakta
tentang masa depan Anda? Tetap yakin kepada Allah, semua sudah diatur oleh
Allah. Menurut saya pribadi, percaya sama manusia itu kadang menyakitkan... HAHAHA, saya juga yakin
makhluk Allah tidak hanya manusia, ada malaikat penjaga, dan syaiton jin yang
menjerumuskan. Berhati-hatilah, jangan mudah percaya 😊
Terimakasih sudah membaca cerita yang unfaedah ini...Semoga harimu
selalu menyenangkan 😊
Dari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar