Selasa, 08 Mei 2018

Kakiku Berada di Semeru



Malang, 11 Agustus 2015 05.00 WIB
            Saat ini langit Malang masih gelap. Seperti biasanya, dingin selalu menemani pagi-pagi ku disini. “Fik, aku otw ya”. Short message dari Edel, sahabatku, yang selalu berbaik hati menjemput di kos menuju FK. Pagi ini kami akan berangkat ke Semeru. Tidak hanya berdua, kami bertujuh belas. Lima belas orang dari Lakesma termasuk aku dan Edel, kak Denny dari FK juga namun beda organisasi, dan kak Basyit, teman dari TBM Bumi Gora, Lombok.
            Tahun ini Lakesma mengadakan kembali event ekspedisi Semeru. Karena tahun lalu aku tidak bisa ikut perihal jadi panitia ospek, kali ini aku mengumpulkan keberanianku untuk mengikuti pendakian ke Semeru. Latihan fisik sebagai persiapan pun sudah dimulai dari akhir Juli. Lari, push up, dan sit up. Terbilang masih baru dalam hal pendakian, aku memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa aku mampu. Akhirnya dengan izin Ayah, Ibu, dan kakak yang selalu bisa membuatku berbesar hati, aku memutuskan untuk ikut.
            Setelah semuanya siap, pukul 06.00 WIB kami berangkat menuju Tumpang dengan angkot AG. Sesampainya di Tumpang, kami melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pani menggunakan jeep. Sekitar pukul 09.00 kami sampai di Ranu Pani. Sembari menunggu proses registrasi yang lumayan lama, kami sarapan dengan lauk tahu dan telur ceplok. Tidak seperti biasanya, menu sarapan sederhana ini terasa sangat lezat.
            11.00 WIB pendakian pun dimulai dengan tak lupa sebelumnya kami berdoa terlebih dahulu. Dengan poster tubuh yang paling mungil diantara kami, aku selalu bilang dalam hati “jangan sampai merepotkan, jangan sampai merepotkan” (semoga memang tidak merepotkan). Tidak seperti di Merbabu, track menuju Ranu kumbolo tidak banyak tanjakan, namun panjang. 6 jam perjalanan kami tempuh. Akhirnya pada pukul 17.00 WIB, kami sampai di Ranu kumbolo. Masya Allah, selalu kata tersebut yang aku ucap ketika melihat secuil surga dunia di depan mataku. Nikmat Tuhanku yang mana lagi yang kudustakan?. Hamparan air danau yang jernih dengan bukit-bukit di sekelilingnya membuatku terkagum-kagum akan ciptaan Allah yang satu ini. Kami memutuskan untuk sholat ashar dan dzuhur yang dijamak terlebih dahulu sebelum mendirikan tenda. Setelah 4 tenda berdiri, kami melaksanakan sholat maghrib. 19.00 WIB kami telah selesai menyantap makan malam, isya, dan saatnya istirahat. “Jangan lupa besok bangun 04.30 ya, jam 08.00 kita harus sudah lanjut perjalanan ke Kalimati”, kata kak Yoga sebelum kami memasuki tenda masing-masing dan merasakan sensasi dinginnya Ranu Kumbolo di malam hari.

Ranu Kumbolo, 12 Agustus 2015 08.00 WIB
            Saat itu kami sedang bersiap untuk packing, ketika sebuah pengumuman dikumandangkan oleh seseorang, “Perhatian kepada seluruh pendaki, dilarang melanjutkan pendakian ke Kalimati sampai batas waktu yang belum ditentukan karena ada insiden yang baru saja terjadi pagi tadi”. Jleb, sontak aku yang sedang memasukkan barang-barang ke carier sangat kaget. “Ya Allah, padahal sudah sampai sini, tinggal setengah perjalanan lagi sampai puncak”, gerutuku dalam hati. Kak Yoga dan Jihad langsung menghampiri bapak-bapak yang memberikan pengumuman tadi, memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan berusaha untuk menawar keputusan itu. 15 menit kemudian, mereka kembali dengan membawa beberapa informasi. Ternyata pagi tadi Semeru berduka. 1 korban meninggal, 1 korban kakinya patah, dan 1 lagi hilang. Saat ini Tim SAR dan dibantu beberapa relawan masih dalam proses evakuasi ketiga korban tersebut. Innalillahi wa innailaihi roji’uun, seketika kami ikut berduka atas kejadian tersebut. Aku sendiri tidak tahu persis kronologis kejadian tersebut. Bagi kalian yang ingin mengetahui detil kejadiannya, mungkin di berita-berita online sudah tersebar luas tentang informasi tersebut dan kalian bisa membacanya sendiri. Jujur aku kecewa dan sedih, namun sekali lagi, keselamatan adalah hal yang paling penting. Dan aku baru menyadari bahwa rombongan kami menurutku adalah yang paling beruntung. Selama proses evakuasi berjalan,ada 3 keputusan dari pihak Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru). Yang pertama, seluruh pendaki yang sudah sampai di Kalimati harus turun dan tidak boleh naik ke puncak. Yang kedua, seluruh pendaki yang berada di Ranu Kumbolo tidak boleh meneruskan pendakian dan dihimbau untuk turun. Dan yang ketiga, seluruh pendaki yang tengah registrasi di Ranu Pani tidak boleh melakukan pendakian sama sekali. Kami sangat bersyukur ada di posisi yang kedua, bukan yang pertama atau ketiga. Sehingga rasa kecewa yang kami rasakan tidak sesakit jika berada di posisi pertama dan ketiga. Wallahua’lam, Allah Maha Tau Segalanya.
            Untuk mengobati rasa kecewa, kami memutuskan untuk menikmati Ranu Kumbolo lebih lama lagi. Dengan daypack hitamku, dan beberapa teman lain yang baru pertama kali ke Semeru, kami bermain di sekitar Ranu Kumbolo. Menaiki Tanjakan Cinta, Oro-oro Ombo, dan Cemoro Kandang. Perjalanan kami hanya boleh sampai Cemoro Kandang. Sayang saat itu Oro-oro Ombo yang terkenal dengan Lavender Ungunya yang cantik sedang gersang karena musim kemarau. Tapi hal itu tak menghalangi kami untuk tetap mengabadikan momen yang tidak setiap waktu bakal berkesempatan kesini lagi. Setelah merasa puas, pukul 12.00 WIB kami kembali ke tenda. Aku memilih bermain jernihnya air Ranu Kumbolo sekalian berwudlu untuk persiapan sholat dzuhur. Sekitar pukul 13.00 jenazah korban yang meninggal telah sampai di Ranu kumbolo. Seketika para pendaki mengahampiri dan membentuk lingkaran. Kami semua mendengarkan adzan yang dikumandangkan untuk almarhumah. Iya, korban yang meninggal tersebut adalah seorang gadis. Umurnya tidak jauh beda denganku. Isak tangis terdengar dari para sahabat-sahabat yang menyaksikan prosesi tersebut. Akupun secara tak sadar meneteskan air mata, seakan merasakan kesedihan yang mendalam bagi sesama pendaki. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, tempatkan dia di tempat terbaikMu, Ya Rabb. Aamiin.
            Ini pertama kalinya aku melihat proses evakuasi korban yang meninggal di gunung. Pelajaran yang sangat berharga, bahwa puncak bukan segala-galanya. Restu orang tua sangat penting kemanapun kamu akan berpergian sekalipun itu di pasar. Hal terpenting adalah selamat hingga kita kembali kerumah. semoga kita semua senantiasa dibawah lindunganNya, Aamiin.
            15.30 WIB kami telah bersiap untuk turun. Awalnya kami berencana untuk bermalam sekali lagi disini, namun dari pihak Balai Besar TNBTS mengharuskan kami untuk turun hari ini juga. Pendakian Semeru ditutup total. Ketika selesai berdoa, korban ke 2 yang kakinya patah telah sampai di Ranu kumbolo. Kami tidak sempat melihatnya karena hari semakin sore. Semoga yang terbaik buat mas itu, Aamiin. Sekitar pukul 21.00 WIB kami sampai di Ranu Pani. Kami memutuskan bermalam disini sebelum besok kembali ke Tumpang.

Ranu Pani, 13 Agustus 2015 08.30 WIB
            Jeep yang akan kami tumpangi sudah datang. Itu tandanya sudah waktunya kami kembali ke Tumpang. Perjalanan yang sangat mengesankan. 16 orang hebat yang menemaniku melewati pendakian ini. Terimakasih Lakesma. Terimakasih Kak Yoga, Kak Denny, Kak Basyit, Mb Laras, Mb sofi, Arief, Jihad, Aufi, Edel, Laras, Dzul, mb Wardah, Wafa, Laras, Dhia, dan Jeje. Kalian yang terbaik. Sampai ketemu dilain kesempatan untuk mencoba ketinggian tanah yang lain.
            13.00 WIB kami sampai di Malang. Dan, ketika sampai di kos, berita bahwa 1 korban yang hilang tadi sudah diketemukan. Alhamdulillah, lega sekali mendengar kabar tersebut. Daaaannn dengan munculnya kabar tersebut, berita selanjutnya adalah “Pendakian Semeru resmi dibuka kembali hari Jum’at, 14 Agustus 2015”. Aku hanya nyengir-nyengir sendiri di kamar kosan. Ya mungkin Allah belum kasih izin kemarin. Dan aku yakin, itu yang terbaik buat kami. Mungkin tahun depan kami akan kembali kesana jika diizinkan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Malang, 22 Desember 2014 06.20 WIB

              Pagi ini Malang cerah sekali. Hembusan angin pagi seolah berlomba-lomba   memasuki sela-sela jendela kamarku. Jatiluhur 1...