Pagi ini Malang cerah sekali. Hembusan angin pagi seolah
berlomba-lomba memasuki sela-sela
jendela kamarku. Jatiluhur 15 pun seperti pagi-pagi biasanya. Yu Rah sudah
sibuk di dapur walau umurnya telah terbilang 70 an. Sekarang pukul 05.20, empat
puluh menit lagi rutinitas sehari-hari anak kosan akan dimulai. Beli sarapan,
sarapan bareng, mandi, dan berangkat kuliah.
Saat ini
aku masih duduk di bangku kuliah semester tiga. Ya, berada di fakultas dan
universitas inilah aku melanjutkan perjalanan hidupku layaknya orang-orang
seusiaku. Setiap harinya kesibukan di
kampus pun selalu sama. Berangkat jalan kaki, kadang dengan sepeda biru
cantikku (yang sekarang tengah sekarat karena bannya kempes), atau seringnya
nebeng Ira, teman sekelasku. Jadwal kuliah yang selalu sama, mulai jam 08.00
dan berakhir pukul 15.00 sore, membuatku sering bertanya, “Apakah kamu tidak
bosan?”. Mungkin tidak, mungkin juga iya. Akan ada banyak kemungkinan yang bakal kamu temui dalam perjalanan hidup
menuju tujuan yang paling hakiki, yaitu kembali kepadaNya.
Cerita
ini akan dimulai ketika aku di percayakan menjadi bagian kepanitiaan Pengobatan
Gratis di Arjowilangun yang diadakan oleh Lakesma, organisasi kebanggaanku. Saat
itu, aku lupa tanggal berapa tepatnya, madrasah tempat petis diadakan ramai
oleh pengunjung. Disini kata “pengunjung” bukanlah orang-orang yang hendak
melihat tontonan, atau ingin berbelanja. Namun mereka adalah pasien-pasien
warga desa Arjowilangun yang ingin berobat atas keluhannya,atau sekedar cek
kesehatan dirinya.
“Fik,
jangan lupa taruh obat-obat injeksi di bilik dokter, jangan sampai ada yang
kelupaan ya”, kata kak Marvin kepadaku. “Siap kak”, jawabku dengan semangat.
Dengan hati-hati aku melakukan semua apa yang harus kulakukan di bilik dokter
saat itu. Meletakkan handscoon, alkohol, kapas, vial, ampul, spuit, dan
sebagainya.
Pukul
08.30 warga mulai berdatangan. Teman-teman Lakesma yang menjadi partisipan saat
itu telah sibuk bertugas. Setengah jam berlalu. Madrasah semakin ramai oleh
warga yang berdatangan. Ketika aku tengah sibuk berlarian mengambil obat yang
kurang di ruang obat,tiba-tiba seseorang memanggilku, “Fik tenaga pendampingnya
kurang,kamu kesana ya”, sambil menunjuk arah meja registrasi di depan. Tanpa
disuruh dua kali aku langsung bergegas ke meja registrasi. Sesampainya disana
aku langsung mendapat satu pasien yang harus ku dampingi.
Pasien
itu adalah seorang ibu rumah tangga berusia sekitar 40 an. Beliau mempunyai dua
orang anak yang masih kecil. Setelah melewati bilik antrean, antropometri, cek
tanda-tanda vital, kami berduapun duduk di bangku sederhana yang diletakkan di
depan bilik dokter sembari menunggu giliran dipanggil. Beliau sangat ramah
sekali kepadaku. Dengan logat Jawa – Maduranya yang kental beliau bercerita
sedikit tentang kisah hidupnya. Di tengah asyiknya kami mengobrol, beliau
bertanya kepadaku, “Nduk,sampean sekolah neng ngendi?”. “Teng Brawijaya
Bu,Malang kota mrika”,jawabku. “wah iyo lha sekolah opo?”,tanya beliau
kemudian. “Alhamdulillah sekolah dokter,Bu. Nembe semester tigo kula”,jawabku
agak sedikit malu-malu. “wah,nak, ibu doakne mugi sampean mbesok dadi dokter
seng sukses,seng iso bantu wong-wong koyok ibu ngene”,kata beliau dengan tulus.
“hehe nggih Bu aamiin aamiin matursuwun sanget”,balasku dengan senyum.
Percakapan hangat itupun ditutup dengan terpanggilnya kami untuk masuk ke dalam
bilik dokter. Ternyata sudah sampai giliran kami.
Doa yang terdengar sederhana tersebut sangatlah berarti
bagiku. Namun di sisi lain,kalimat itu sontak membuaku berpikir, “Mau jadi
dokter seperti apa aku nanti?, apakah aku bisa menjadi seorang dokter yang
baik?yang bermanfaat bagi orang lain?yang tidak hanya berdasar pada tujuan
materi semata setelah aku bekerja dan merasakan nikmatnya mendapat pundi-pundi
uang dari orang-orang yang malah membutuhkan bantuanku?”. Hingga detik
ini,pertanyaan–pertanyaan itu masih belum jelas terjawab olehku. Semoga Sang
Khalik memberi kesempatan kepadaku untuk bisa melanjutkan menggores tinta kehidupanku
dan menjawab pertanyaan – pertanyaan itu. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar